Malam Mencekam di Pantai Cijeruk Indah ( part 2 )
yang belum baca bagian sebelumnya, mangga di klik Pantai Cijeruk Indah part 1
Setelah dapet tempat yang oke, kami langsung bangun
tenda, sepertinya orang-orang juga biasa camping di titik ini, soalnya keliatan banyak sampah dan ada bekas bakaran. Sambil bangun tenda, saya pasang hammock dan cewe-cewe
bikin popmie, karena kami belum makan siang hari itu. Setelah tenda dan hammock
selesai dibangun kami berayun-ayun manja sambil menikmati hembusan angin Samudera Hindia yang lumayan kenceng banget, segini aja udah uyuhan bahagia banget
sejenak lari dari rutinitas kerja.
Ritual yang wajib dilakuin kalo ke
pantai adalah berburu sunrise atau sunset, hari akan beranjak menuju senja
kami segera lari ke pantai kemudian ke hutan seperti dalam puisi AADC, untuk
mengantarkan sang surya pemilik siang ke peraduannya. Saat main-main di pantai
kamera saya Nikon Coolpix w100 yang katanya kamera underwater tiba-tiba ngehang
dan matot saat dicelupin ke air laut. Padahal baru beli 2 mingguan, dan pas
beli kata si mba nya bisa dibawa ke air laut, di manual book juga katanya bisa.
Liburan jadi aga sedih karena kamera rusak, bukan karena rusaknya sih karena kan masih garansi ini, tapi lebih ke
rugi gabisa capture moment aja hahaha.
Saat kami balik ke
tenda, daratan yang kami lalui sebelumnya udah ga ada karena air mulai pasang
sampai sebatas paha. Alhasil kami basah-basahan lagi, tapi yang ini air laut
bercampur air sungai yaa rasanya ga gitu asin tapi ga tawar juga. Setelah bersih-bersih,
kami bikin nasi liwet dan ayam goreng,
sesaat kemudian angin berhembus makin ganas dari sebelumnya, seperti seseorang
atau sesuatu sedang marah, tenda kami pun terombang ambing ketiup angin. Kami semua saling pandang dalam diam, karena entah kenapa suasana berubah jadi sangat
menakutkan dan bikin bulu kuduk merinding, dengan suasana pesisir pantai yang gelap, hanya ada kami berenam
disini. Saya sempat mengarahkan senter kearah pantai, meski ga liat apa-apa
tapi kok merinding rasanya. Cepat-cepat saja kami selesaikan acara memasak lalu
masuk tenda untuk makan, di dalam tenda kami rasakan angin makin kencang dan
menggoyang-goyang seluruh bagian tenda, terus yang lebih parah tiba-tiba
meneteslah air hujan dari atas sana. Herza buka suara agar kami segera
beres-beres dan pergi dari tempat ini, yang lucu, saya kan orangnya gabisa
buang-buang makanan ya, jadi saya berusaha ngabisin sisa makanan yang ada, tapi pas mau nyomot
nasinya eh malah diberesin sama herza, kaya anak jalanan kena razia Satpol PP, saya cuma bisa melongo sama ruben, saat
itu rasa takut emang lebih gede sih jadi belum bisa ketawa. Ketawanya saat
besoknya inget kejadian ini.
Cepet-cepet bongkar tenda, beresin barang-barang semampunya,
(banyak yang ketinggalan ), lalu kami berjalan dalam gelap menuju mobil yang
diparkir deket warung. Pas diwarung hujan langsung reda, si ibu warung nanyain
kenapa kami balik lagi, ya kami bilang aja hujan, padahal lebih dari itu,
nightmare banget. Di warung kami ngopi-ngopi sambil nenangin diri dan
menceritakan apa yang kami rasakan masing-masing. Malam itu kami minta ijin tidur di
bale-bale depan warung si ibu, dengan keramahannya si ibu nawarin tidur di
dalem, tapi kami tolak dengan halus.
Si bungsu lisa, yang daritadi ketakutan
langsung moyoy dengan pulesnya saat masuk ke sleeping bag, yang lain belum
sepenuhnya tidur, jam 11 malam warung tutup, warung lainpun demikian, udah ga
ada lagi suara-suara dari sekitar, nah pas jam 12 malem, tiba-tiba anjing-anjing menggonggong saling bersahutan, trus pada ngumpul deket jalan menuju ke pantai. Ga lama hujan turun
lagi dengan derasnya, saya komat kamit berdoa dibalik sleeping bag, Ari sama Ruben yang
ga kebagian tempat kan masih duduk-duduk aja tuh katanya mereka liat sesuatu di
seberang. Kemudian pada masuk mobil karena ketakutan.
Malam menuju pagi terasa
sangat lama. Dalam lantunan bacaan doa akhirnya saya terpejam juga sampai akhirnya
kumandang adzan yang ngebangunin, dan malam mencekam itu berakhir juga.
bersambung ke Pantai Cijeruk Indah, serasa pantai pribadi








Perasaan gue deh yang beresin makanan elu wkwkwk
BalasHapusOh elu tersangkanya? Lah gue liat2an sama siapa dong?
Hapus