Curug Orok, Garut.
Perjalanan ga melulu harus terencana, kali ini ga sengaja
saat pulang kampung ke Garut tercintah kepikiran pengen jalan-jalan disana. Kemudian googling tempat wisata apa yang
terdekat dari rumah saya di sekitaran Cikajang, dan muncul Curug Orok dalam
daftar pencarian.
Langsung aja saya arahkan motor ke Curug Orok ini, dari rumah
saya, pun dari arah Bandung juga, kita harus mengarahkan kendaraan kita ke
pertigaan Cikandang, Cikajang. Dari pertigaan ambil ke kanan ke arah Bungbulang.
Nah dari sini ikutin jalan aja, perjalanan masih lumayan jauh sih kita bakal
ngelewain komplek militer, dan perkebunan teh yang sangat enak
dipandang. Setelah berkendara sekitar sejam akhirnya saya menemukan plang curug
orok di sebelah kiri jalan, langsung aja belok dan ga jauh langsung nyampe.
Tiket masuk berserta parkir motor cukup 10rb aja, dan
ternyata wana wisata curug orok sudah tertata dengan baik dan sangat terawat,
kecuali beberapa coretan hasil vandalisme orang yang mungkin ga pernah sekolah. Disini tersedia
fasilitas toilet, mushola, penginapan yang semua keadaannya bersih. Curug orok berada
di dasar lembah, kita harus menuruni tangga yang lumayan banyak, tapi
pemandangan dari sini sangat luar biasa, dengan udara yang sejuk ditambah suara
air jatuh akan membawa kita segera sampai di bawah air terjun a.k.a curug.
Curug orok memiliki ketinggian sekitar 45 meter dan memiliki
3 titik air terjun, yang satu besar, dan 2 lainnya kecil. Sempet penasaran
kenapa namanya curug orok, setelah googling katanya konon disini dulu pernah
ada yang membuang bayi, atau dalam bahasa sunda nya orok, nah makanya dinamain
curug orok. Sayang banget ya bayi dibuang-buang padahal bikinnya kan susah.
Ketika berada dibawah terjunan air curug orok, hal pertama
yang saya rasakan adalah dingin sampai ke tulang, butiran-butiran air yang
jatuh dan terhempas angin segera menyerbu kulit saya, ga kuat saya menggigil,
beda banget sama air terjun yang ada di bandung. Ga jauh dari air tejun ada kolam yang airnya
berasal dari mata air alami, dan ketika saya mencelupkan kaki, brrrrr dinginnya
ga nyantai dan kebangetan, kok orang-orang kuat ya berenang. Sayangnya dibawah sini ga ada toilet,
kalo mau ke toilet harus keatas lagi.
Perjalanan pulang sangat-sangat sulit pemirsa karena nanjak,
hehehe waktu yang dibutuhkan lebih lama daripada pas turun. Mamam aja lah yak
an resiko. Over all curug orok layak dikunjungi, kalo kamu kebetulan lewat atau
lagi ada di cikajang mampirlah.
.
.raiirwan.








Komentar
Posting Komentar